Public Examination oleh Excellent Language (XL) Pondok Pesantren Nurul Jadid : Harapan Dan Masa Depannya

Probolinggo-Public Examination, Ujian terbuka yang diselenggarakan oleh Excellent Language Wilayah Zaid Bin Tsabit Pon. Pes Nurul Jadid Paiton akan berlangsung seminggu ke depan, mulai dari tanggal 20 sampai 26 Desember 2024. Public Examination kali ini, menghadirkan acara yang lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu yang membuat acara lebih meriah, sorak-sorak gembira yang dibawakan anak-anak Excellent Language (XL), baik setiap acara formal atau kegiatan-kegiatan seperti biasanya, dengan dipandu satu suara “IFTAH QOLIL” yang lain kompak menjawab “JOSS,” kalau “IFTAH KATSIR” dijawab “JOSS, JOSS, JOSS” dan masih banyak yel-yel favorit dari mereka.

Dan tidak kalah meriahnya lagi ketika dua seorang MC, yang dibawakan oleh saudara Rafata Adinata dan Mohammad Rohman dengan memakai tiga bahasa, bahasa Indonesia, jawa dan madura, mereka bawakan acara memang lebih berbeda, seharusnya memakai bahasa Arab, Inggris dan mandarin. Namun mereka bawakan diluar bahasa tersebut.

Mr. Iqbal, selaku Wakil Kepala Daerah Excellent Language (XL) Wilayah Zabitsa, mengungkapkan bahwa Public Examination ini tahun-tahun sebelumnya memang pernah diadakan.”Public Examination kali ini yang sangan meriah, dari pada tahun sebelumnya” jelasnya, Mr. Iqbal saat di tanya.

Harapan Dan Masa Depan Excellent Language (XL)

Meski berbagai inovasi yang digelar oleh pengurus Excellent Language (XL), upaya tersebut tidak lepas dari harapan dan masa depan Excellent Language (XL), utamanya cita-cita pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Al-Magfurlah, KH. Zaini Mun’im. Walaupun beliau tidak menuntut kepada santri-santrinya, menjadi kiayi.

Dengan dituntutnya kurikulum yang ada di Wilayah Zaid Bin Tsabit, tentu banyak kebijakan-kebijakan yang diperbaharui, demi memaksimalkan program yang ada disetiap tingkatan, seperti pemangkasan target capaian peserta, biasanya satu tahun menjadi tiga bulan, serta terlaksanya kegiatan diniyah, disetiap daerah, menjadi tidak merata, adanya hanya daerah tertentu.

Seperti yang disampaikan dalam motto Pondok Pesantren Nurul Jadid “Mondok untuk mengaji dan membina Akhlaqul karimah” bisa jadi, ini merupakan jargon yang tidak hanya di pondok pesantren Nurul Jadid, bahkan surau kecil atau lembaga di daerah pedalaman, apalagi lembaga-lembaga besar seperti diperkotan, harus memiliki jargon ini. Ilmu pengetahuan tuntutan untuk dikejar. Namun, jangan sampai meninggalkan moral dan adap peserta didik.

Dan diantara tujuan diadakan Public Examination, Ujian terbuka, di daerah Excellent Language (XL). Pertama, agar mengetahui kemampuan setiap peserta. Kedua, bagi peserta dapat melanjutkan pada tingkat selanjutnya. Ketiga, melatih mental dalam mengerjakan soal, juga dapat mempersentasikan di depan teman-teman yang lain.

Bahkan Ust. Samsul Arifin, Kelapa Diniyah meyampaikan, setiap usaha kita adalah nilai, dan nilai tertinggi di lingkungan pesantren yaitu keberkahan, walaupun banyak nilai-nilai yang lain, seperti nilai dalam belajar, ketabahan, usaha dan perjuangan. “Kata Socrates, kalau tidak diuji sesuatu yang tidak bernilai, ujian itu pasti, bernilai hanya orang-orang tertentu” pungkasnya Ust. Samsul. Acara ditutup oleh Ust. Rahmad, dengan pembacaan Do’a.

Penulis : Kaifa_kafa